Minta Evaluasi, Khofifah Batal Gaet Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018?

Pergantian Ketua Umum Partai Golkar dari Setya Novanto menjadi Airlangga Hartanto memang membuat pergerakan politik partai berlambang pohon beringin itu sedikit berubah. Terbaru, Golkar akhirnya mencabut dukungan terhadap Ridwan Kamil yang akan maju sebagai bakal Calon Gubernur Jawa Barat di Pilgub Jabar 2018.

 

Dan kini, Golkar mencoba merevisi dukungan mereka terhadap bakal calon Gubernur Jatim dalam Pilgub Jatim 2018, Khofifah Indar Parawansa. Perempuan yang kini menjabat sebagai Menteri Sosial itu memang memastikan diri kembali mencoba peruntungan memimpin provinsi Jawa Timur untuk kali ketiga. Sebelumnya pada akhir November kemarin, Golkar resmi mengusung Khofifah dan bakal calon Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak, dalam Pilgub 2018.

 

Dukungan Golkar ini memperkuat posisi perempuan berusia 52 tahun itu setelah sebelumnya mendapat dukungan dari partai Demokrat. Hanya saja dalam rapat soal Pilkada Jatim hari Jumat (22/12) kemarin, DPP Golkar meminta Khofifah untuk mengevaluasi pemilihan Emil sebagai pendamping Khofifah. Menurut Ketua Harian Golkar, Nurdin Halid, Golkar Jatim berharap agar kursi pasangan Khofifah diberikan kepada Ipong Muchlissoni yang merupakan Bupati Ponorogo sekaligus kader Gerindra seperti dilansir Detik. Meskipun begitu, Golkar menyerahkan segala keputusannya pada Khofifah.

 

Aspirasi Golkar Jatim ini tampaknya senada dengan keinginan NasDem. Pada bulan November saat menyatakan dukungannya kepada Khofifah, NasDem memang menekan Khofifah untuk memilih Bupati Ipong sebagai pasangannya. Kala itu Tim 17 yang dibentuk dengan melibatkan para kiai bandar togel online memang cukup galau karena Khofifah sangat lama mencari pasangan.

 

Emil Dardak Acuhkan Permintaan Golkar

Menanggapi aspirasi Golkar Jatim, Emil memilih untuk tidak banyak bertindak. Suami selebritis Arumi Bachsin ini angkat bicara, “Ya tadi saya juga sudah ngobrol dengan temen-temen. Pada intinya ini aspirasi macem-macem dan saya diminta tidak usah utusi itu,” papar Emil.

 

Pria berusia 33 tahun itupun mendapat masukan dari banyak tokoh untuk tidak menggubris aspirasi Golkar Jatim karena memang segala keputusan ada di tangan Khofifah. “Saya sudah berkomunikasi langsung dengan bu Khofifah mengenai hal ini dan senior Golkar. Arahan mereka adalah terus melakukan sosialisasi dan konsolidasi di bawah. Jadi buat saya, selama belum ada arahan yang lainnya, saya jalankan dulu saja sebaik-baiknya.”

 

Emil pun mengakui bahwa dirinya melakukan konsolidasi dengan Tim 17 yang sebelumnya bertugas mencari pendamping Khofifah di Pilgub Jatim 2018. Daripada memikirkan aspirasi Golkar Jatim, Emil memilih untuk mencari dukungan dari partai lainnya. Dia rupanya menjalin komunikasi dengan PAN, PPP, dan Gerindra yang sampai sejauh ini belum menentukan sikap soal Pilgub Jatim 2018.

 

Khofifah  Tegaskan Tetap Sama Emil Dardak

Jika Emil memilih sedikit acuh atas aspirasi Golkar Jatim, Khofifah justru memilih lebih tegas. Dijumpai hari Sabtu (23/12) dini hari, Khofifah menegaskan kalau Emil tetap jadi pendampingnya. “Dinamika yang terjadi kita terus komunikasikan dan Insyaallah posisi terakhir tidak seperti itu (Emil diganti). Jadi Insyaallah tetap firm. Iya (Emil Dardak),” ungkap Khofifah.

 

Sementara itu hawa politik Pilgub Jatim 2018 sepertinya memang tidak berpihak pada La Nyalla M Mattailitti. Terbaru, PAN menolak memberikan rekomendasi kepada La Nyalla sebagai bakal Cagub Jatim. Rumor terakhir berhembus jika Gerindra juga tampaknya akan mencabut dukungan ke La Nyalla karena mantan Ketua Umum PSSI itu gagal mendapatkan dukungan partai lain. Mengenai kemungkinan PAN bakal mendukung dirinya dan Emil, Khofifah rupanya tidak bisa memastikan hal itu.

Leave a Reply