Aksi WO Ananda Sukarlan Saat Anies Pidato Berujung Boikot

Peringatan 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius hari Sabtu (11/11) di Hall D JIExpo Kemayoran diwarnai oleh aksi walk out (WO) pianis Ananda Sukarlan. Ananda berdiri dari kursi VIP-nya diikuti sejumlah alumni Kanisius saat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan pidato.

 

Diwawancarai Kompas, Ananda yang menghadiri acara karena mendapat penghargaan itu  menyinggung pidato Anies usai dilantik jadi Gubernur,“Waktu kami datang ke sana kaget, kok ada pak Anies? Terus kami pikir, kenapa sih diundang? Karena nilai-nilai pak Anies enggak sesuai dengan yang diajarkan Kanisius terutama tentang perbedaan pribumi dan non-pribumi. Saya itu Islam dan waktu itu saya enggak ada masalah dengan teman-teman Katolik. Saya mengkritik panitia bahwa mengundang seseorang yang mendapatkan jabatannya dengan cara-cara dan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan ajaran K anisius. Namun saya tidak menyebut nama pak Anies.”

 

Melalui akun Instagramnya hari Rabu (15/11), Ananda pun mengunggah video penjelasannya soal aksi WO-nya. Pria berusia 49 tahun itu mengaku bahwa aksi itu adalah murni inisiatifnya dan tidak mengajak siapapun. Ananda pun menegaskan kalau pidato yang dia ucapkan usai mendapat penghargaan saat sudah kembali lagi ke ruangan itu adalah untuk mengkritik panitia penyelenggara, bukan siapa-siapa.

 

Ananda pun menyinggung banyaknya fitnah yang menyebutkan kalau dirinya adalah seorang Kristen. “Sekali lagi, saya itu Islam. Sekolah Kanisius adalah sekolah Katolik dan saya ada di sana dari tahun 1983-1986 sebagai seorang Islam di sekolah Katolik. Soal yang menyebut perilaku saya aneh seperti mata suka kedip-kedip dan kepala goyang itu karena saya mengidap Tourette dan Asperger Syndrome. Itu nggak ada hubungannya dengan tudingan saya stres atau mau bunuh diri.”

 

Ramai Ajakan Uninstall Traveloka

 

Sementara itu aksi WO Ananda ini malah berujung boikot aplikasi Traveloka. Semua bermula kala banyak warganet yang melihat CTO Traveloka, Derianto Kusuma yang juga merupakan alumni Kanisius, menjabat tangan dan memberikan ucapan selamat ke Ananda usai WO. Akhirnya terpecik dugaan kalau Derianto mendukung aksi Ananda sehingga berujung tindakan #BoikotTraveloka di Twitter.

 

Banyak warganet yang termakan isu dan saling meneriakkan pendapat kalau Traveloka sudah bersikap intoleran. Dalam penelusuran Detik, Derianto dan Ananda rupanya jadi dua dari lima alumni berprestasi Kanisius yang menerima penghargaan togel online selain Romo Magnis Suseso (tokoh Jesuit), Irwan Ismaun Soenggono (tokoh pembina Pramuka) dan Dr. Boenjamin Setiawan (pendiri Kalbe Farma).Hanya saja saat dihubungi ke pihak Traveloka hari Selasa (14/11), mereka menyebut kalau Derianto tak hadir.

 

Romo Magnis Sesalkan Aksi Ananda Sukarlan

 

Setelah pemberitaan aksi WO-nya ramai, Ananda pun mengaku kalau belum ada rencana meminta maaf. Diapun tak akan meminta untuk bertemu Anies meskipun jika memang berjumpa, dia berharap bisa berbicara empat mata dengan Mantan Menteri Pendidikan era Presiden SBY itu. Berbeda dengan Anies, Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius (PAKKJ) dan Romo Magnis menyesalkan aksi WO itu.

 

Romo Magnis yang sudah meninggalkan lokasi sebelum aksi WO terjadi dengan alasan tidak fit itu menyesalkan aksi Ananda dan menyebut sebagai tindakan memalukan. Romo Magnis tidak menyalahkan panitia yang mengundang Gubernur Anies dan malah menilai kalau aksi WO itu bisa memperkeruh permusuhan. Meskipun, Romo Magnis tidak membenarkan ucapan pribumi dalam pidato Anies. Daripada memperpanjang masalah, Magnis mengajak semua orang untuk memberikan kesempatan kepada Gubernur Anies dalam mempertanggung jawabkan pekerjaannya.

 

Leave a Reply