Ini Dia Film Baru Super Mario Bros yang Akan Dibuatkan

g

Bagi Anda yang lahir di tahun 80 hingga 90an, tentu sudah tidak asing lagi dengan karakter atau game bernama Super Mario.Game ini, di zamannya, sangat terkenal bahkan di berbagai belahan dunia. Maka bisa dikatakan juga jika Super Mario ini merupakan game yang sangat legendaris sehingga saat ini pun masih sering dibicarakan. Tidak mengherankan jika muncul ide untuk membuatkan kembali film Super Mario dengan versi yang lebih modern.Bagaimana tanggapan Anda? Simak ulasan berikut ini;

Pengembangan Film Super Mario

Film berbasis video game, hingga saat ini belum memiliki track record terbaik. Ada beberapa hal yang membuat film adaptasi dari video game lebih sulit untuk digarap dibandingkan dengan film yang diadaptasi dari komik atau novel.Sehingga wajar jika film adopsi dari video game selalu mendapatkan kritik yang negative atau kurang sukses.Bisa juga dikatakan gagal. Nah, salah satu contoh paling awal dan paling terkenal dari pembuatan film yang beradaptasi dengan video game adalah Super Mario Bros. tahun 1993 yang juga bisa dikatakan gagal saat itu.

Film yang berbasis pada franchise Nintendo yang paling ikonik yang juga membuat Nintendo merasa sangat terbakar atau marah karena perusahaan tersebut sama sekali belum pernah melakukan adaptasi film dari salah satu permainannya. Tapi, nampaknya saat ini Nintendo mengendurkan cengkeramannya setelah sekian tahun ini dan bersedia memberikan kesempatan.Kabarnya Mario dan Luigiakan mendapatkan film animasi mereka sendiri.

Pihak Nintendo dan Illuminati Entertainment sudah mendekati kata sepakat yang akan memperlihatkan karakter tukang pipa atau ledeng tersebut kembali ke layar lebar. Namun kali ini dalam bentuk animasi. Illumination Entertainment, yang bertanggung jawab atas film-film seperti Despicable Me dan The Secret Life of Pets, telah melakukan pembicaraan dengan perusahaan game selama lebih dari setahun tentang film Super Mario Bros. Ini bisa menjadi hal yang besar untuk Nintendo.

Film Akan Lebih Menarik dengan Pencipta Asli

Film animasi ini digambarkan akan sangat menarik dan tidak seperti film di tahun 1993. Kali ini sepertinya Shigeru Miyamoto, pencipta legendaris Super Mario Bros., Donkey Kong, Star Fox dan The Legend of Zelda, terlibat dalam pembicaraan tersebut dan akan menjadi produser di film tersebut. Sementara hanya satu film yang direncanakan saat ini, kesepakatan tersebut memungkinkan beberapa film harus berhasil.

Iluminati Entertainment adalah pilihan yang tidak mengejutkan. Studio film tersebut nantinya akan didukung dan didistribusikan oleh Universal, dan Nintendo membuat kesepakatan dengan divisi taman hiburan untuk membuat wahana berdasarkan properti Nintendo. Nintendo sedang berada di atas angin saat ini mengingat kesuksesan konsol terbarunya, Nintendo Switch, dan rilis game klasik mantan tukang ledeng yang paling legendaris, Super Mario Odyssey.

Jika Nintendo mengizinkan Mario kembali ke layar lebar, ini sepertinya cara yang paling cerdas untuk melakukannya. Banyak yang setuju jika proyek animasi adalah satu-satunya cara Mario bisa berjalan sukses bukan dengan karakter manusia atau live action seperti film di tahun 1993. Ya, tidak ada versi live-action Super Mario Bros yang akan sukses. Ceritanya hampir tidak ada dan lingkungan dan gameplaynya terlalu aneh jika berdasarkan live action.

Tapi, untuk beberapa film memang bisa dihadirkan dalam live action seperti Legenda Zelda yang harus tetap berada dalam live-action sedangkan Super Mario Bros tidak bisa. Nah, untuk lebih jelasnya kita tunggu saja saat film ini mulai diproduksi dan masuk jadwal rilis. Dipastikan akan banyak dari para fans yang bernostalgia sekaligus merasa sangat tertarik dengan film ini nantinya.

Aksi WO Ananda Sukarlan Saat Anies Pidato Berujung Boikot

Peringatan 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius hari Sabtu (11/11) di Hall D JIExpo Kemayoran diwarnai oleh aksi walk out (WO) pianis Ananda Sukarlan. Ananda berdiri dari kursi VIP-nya diikuti sejumlah alumni Kanisius saat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan pidato.

 

Diwawancarai Kompas, Ananda yang menghadiri acara karena mendapat penghargaan itu  menyinggung pidato Anies usai dilantik jadi Gubernur,“Waktu kami datang ke sana kaget, kok ada pak Anies? Terus kami pikir, kenapa sih diundang? Karena nilai-nilai pak Anies enggak sesuai dengan yang diajarkan Kanisius terutama tentang perbedaan pribumi dan non-pribumi. Saya itu Islam dan waktu itu saya enggak ada masalah dengan teman-teman Katolik. Saya mengkritik panitia bahwa mengundang seseorang yang mendapatkan jabatannya dengan cara-cara dan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan ajaran K anisius. Namun saya tidak menyebut nama pak Anies.”

 

Melalui akun Instagramnya hari Rabu (15/11), Ananda pun mengunggah video penjelasannya soal aksi WO-nya. Pria berusia 49 tahun itu mengaku bahwa aksi itu adalah murni inisiatifnya dan tidak mengajak siapapun. Ananda pun menegaskan kalau pidato yang dia ucapkan usai mendapat penghargaan saat sudah kembali lagi ke ruangan itu adalah untuk mengkritik panitia penyelenggara, bukan siapa-siapa.

 

Ananda pun menyinggung banyaknya fitnah yang menyebutkan kalau dirinya adalah seorang Kristen. “Sekali lagi, saya itu Islam. Sekolah Kanisius adalah sekolah Katolik dan saya ada di sana dari tahun 1983-1986 sebagai seorang Islam di sekolah Katolik. Soal yang menyebut perilaku saya aneh seperti mata suka kedip-kedip dan kepala goyang itu karena saya mengidap Tourette dan Asperger Syndrome. Itu nggak ada hubungannya dengan tudingan saya stres atau mau bunuh diri.”

 

Ramai Ajakan Uninstall Traveloka

 

Sementara itu aksi WO Ananda ini malah berujung boikot aplikasi Traveloka. Semua bermula kala banyak warganet yang melihat CTO Traveloka, Derianto Kusuma yang juga merupakan alumni Kanisius, menjabat tangan dan memberikan ucapan selamat ke Ananda usai WO. Akhirnya terpecik dugaan kalau Derianto mendukung aksi Ananda sehingga berujung tindakan #BoikotTraveloka di Twitter.

 

Banyak warganet yang termakan isu dan saling meneriakkan pendapat kalau Traveloka sudah bersikap intoleran. Dalam penelusuran Detik, Derianto dan Ananda rupanya jadi dua dari lima alumni berprestasi Kanisius yang menerima penghargaan togel online selain Romo Magnis Suseso (tokoh Jesuit), Irwan Ismaun Soenggono (tokoh pembina Pramuka) dan Dr. Boenjamin Setiawan (pendiri Kalbe Farma).Hanya saja saat dihubungi ke pihak Traveloka hari Selasa (14/11), mereka menyebut kalau Derianto tak hadir.

 

Romo Magnis Sesalkan Aksi Ananda Sukarlan

 

Setelah pemberitaan aksi WO-nya ramai, Ananda pun mengaku kalau belum ada rencana meminta maaf. Diapun tak akan meminta untuk bertemu Anies meskipun jika memang berjumpa, dia berharap bisa berbicara empat mata dengan Mantan Menteri Pendidikan era Presiden SBY itu. Berbeda dengan Anies, Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius (PAKKJ) dan Romo Magnis menyesalkan aksi WO itu.

 

Romo Magnis yang sudah meninggalkan lokasi sebelum aksi WO terjadi dengan alasan tidak fit itu menyesalkan aksi Ananda dan menyebut sebagai tindakan memalukan. Romo Magnis tidak menyalahkan panitia yang mengundang Gubernur Anies dan malah menilai kalau aksi WO itu bisa memperkeruh permusuhan. Meskipun, Romo Magnis tidak membenarkan ucapan pribumi dalam pidato Anies. Daripada memperpanjang masalah, Magnis mengajak semua orang untuk memberikan kesempatan kepada Gubernur Anies dalam mempertanggung jawabkan pekerjaannya.

 

Resmi Diputus Hakim, Buni Yani Divonis Penjara Setahun Enam Bulan

Pada hari Selasa (14/11) kemarin, Buni Yani akhirnya resmi divonis penjara satu tahun enam bulan oleh hakim Pengadilan Negeri Agama Bandung, Jawa Barat. Diungkapkan oleh Ketua Majelis Hakim, M Saptono, Buni dianggap terlibat perkara penyebaran ujaran kebencian bernuarna suku, agama, ras dan antar golongan. Buni terbukti bersalah sudah melanggar pasal Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

 

Dalam keterangan hakim, Buni dinilai melakukan ujaran kebencian dengan menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian terhadap masyarakat bernuansa SARA melalui unggahannya di Facebook pada 6 Oktober 2016. Saat itu Buni memposting video mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berdurasi 30 detik yang tengah berbicara di hadapan masyarakat pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

 

Video itu rupanya sudah diedit oleh Buni dengan pengurangan kata ‘pakai’ dalam kutipan yang menyebut surat Al-Maidah 51 itu. Banyak Muslim yang akhirnya menilai jika Ahok menghina agama Islam dan Al-Quran. Hingga akhirnya Komunitas Advokat Muda Ahok-Djarot melaporkan unggahan Buni ke kepolisian karena menimbulkan polemik.

 

Ahok pun terjerat kasus penistaan agama yang berujung pada gelombang aksi massa besar-besaran seperti 411, 212 dan 313. Buni pun sempat dipanggil kepolisian sebagai saksi kasus Ahok pada 10 November 2016 yang membuat Ahok dijadikan tersangka pada 17 November. Tak lama setelah itu, giliran Buni yang dijadkan tersangka oleh Polda Metro Jaya pada 23 November 2016.

 

Buni Yani Sebut Hakim ‘Bodoh’

 

Mantan dosen London School of Public Relations (LSPR) ini menjalani sidang perdana di Bandung pada 13 Juni 2017. Sempat mengundang saksi pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra hingga Wakil Ketua DPR-RI, Fadli Zon, Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat itu yaitu Andi M Taufik tetap menyebut Buni bersalah dan menuntutnya dengan penjara dua tahun dan denda 100 juta rupiah pada 3 Oktober 2017, seperti dilansir CNN Indonesia.

 

Pada 2 November 2017, Buni sekali lagi menepis dakwaan bandar poker yang dialamatkan kepadanya. “Itu luar biasa tuduhan yang tidak berdasar. Sekarang ini yang terjadi bahwa saya dituduh memotong video. Tapi saya yang disuruh membuktikan saya tidak memotong video, kan stupid (bodoh) gitu loh. Gimana ceritanya? Belajar ilmu hukum dari mana?” papar mantan jurnalis Australian Associated Press (AAP) dan Voice of America (VOA) itu.

 

Dengan begitu berani, Buni pun melakukan Sumpah Muhabalah yang ia sebut sebagai sumpah tertinggi dalam agama Islam. Sumpah itu dilakukan Buni untuk mempertegas bahwa dirinya tak pernah memotong video rekaman pidato Ahok. Ahok sendiri yang disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara resmi dipenjara dua tahun dan memilih tidak mengajukan banding.

 

Pengacara Bakal Banding ke KY

 

Sebelumnya pada sidang lanjutan saat dibacakan nota pembelaaan pada 17 Oktober 2017, JPU Irfan Wibowo menginterupsi dengan cukup emosional karena dipicu lirikan Buni kepada para jaksa. Buni dianggap sudah menghina persidangan termasuk mengacungkan jari yang oleh Irfan ada bukti rekamannya. Namun saat itu kuasa hukum Buni membantahnya dengan cukup bingung, seperti dilansir Okezone.

 

Atas putusan ini, pengacara Buni yakni Aldwin Rahadian akan melaporkan majelis hakim yang dipimpin Saptono ke Komisi Yudisial (KY). Menurut Aldwin, putusan hakim tidak berdasar dan mengenyampingkan fakta-fakta persidangan. Buni sendiri meskipun divonis penjara sejauh ini tak langsung dieksekusi karena memang menanti banding yang diajukan Buni ke Pengadilan Tinggi Jabar.

New Mutans: Generasi Terbaru X-Men

Di tahun depan para penggemar film X-Men bisa menyaksikan film tentang manusia yang mempunyai kekuatan super karena terjadi kelainan genetic dalam tubuhnya ini. Tetapi tak persis seperti film X-Men original yang biasa Anda saksikan melainkan generasi terbarunya yaitu The New Mutants. Film yang juga merupakan bagian dari franchise film X-Men ini dipenuhi deretan bintang-bintang muda dan yang lebih unik lagi, film superhero ini digarap dengan unsur horror serta thriller yang kuat. Anda pasti bisa merasakan ini pada trailer-nya yang telah dipublikasikan beberapa waktu yang lalu.

 

Perjalanan The New Mutants

Sebagaimana yang  dikabarkan oleh Collider.com, pihak 20th Century FoX memang berniat untuk memproduksi film yang diadaptasi dari komik  Marvel ini menjadi trilogy  sebagaimana X-Men. Film trilogy ini benar-benar berdasarkan pada komik New Mutants karya Bill Sienkiewicz dengan menggabungkan berbagai peristiwa seperti pada edisi yang terbit di tahun 80-an. Film trilogy ini konon akan dibuat benar-benar berbeda walaupun tetap mengangkat peristiwa-peristiwa penting sebagaimana yang ada dalam komik, kata sang sutradara.

 

Benar-benar berbeda dari X-Men

20th Century FOX yang telah 20 tahun memegang franchise film-film X-Men memang kerap mengemas karakter-karakter para X-Men tersebut berbeda dari versi komiknya. Misalnya Logan yang digambarkan lebih garang dengan karakter mirip seperti film-film cowboy. Kemudian ada pula Deadpool yang dalam filmnya mengombinasikan unsur kekerasan yang luar biasa brutal dengan komedi.

 

Sementara pada film New Mutants unsur horror yang menjadi warna baru memang benar-benar berasal dari salah satu komik aslinya. Jadi jangan heran bila Anda akan lebih banyak menyaksikan atmosfer gelap dan suram pada film ini nanti. Yang juga menjadi inspirasi dalam film togel online ini adalah kisah tentang Demmon Bear, yaitu salah satu mutan yang baik dan cukup populer. Bila penasaran, jangan lewatkan perilisannya di tanggal 13 april 2018.

 

X-Men Supernova (Dark Phoenix Force)

Setelah film The New Mutants ada gossip yang beredar bahwa berikutnya akan diproduksi film berjudul X-Men Supernova yang mengisahkan kekuatan Dark Phoenix Force atau entitas lain dari Jean Gray. Pada seri terakhir X-Men: Apocalypse memang sempat disinggung sekilas tentang kekuatan Jean Gray yang dasyat itu. Demi mengalahkan En Sabah Nur, Mutan berambut merah yang merupakan kekasih Cyclops tersebut harus mengeluarkan kekuatan penuhnya.

 

Setelah Hugh Jackman (Wolverine) dan Patrick Stewart (Prof.X) memutuskan untuk meninggalkan X-Men setelah peran terakhir mereka pada film Logan di tahun ini,  waralaba ini memang mengalami perubahan besar. Seperti misalnya diproduksinya film The New Mutants sebagai generasi baru  X-Men. Memang banyak fans yang menganggap bahwa Trilogy  reboot X-Men telah memulai semua hal dengan harapan tetapi malah mengakhirinya dengan mengecewakan. Ini mengingat film terakhirnya yaitu X-Men: Apocalypse yang dianggap kurang mengesankan setelah X-Men: First Class dan X-Men: Days of Future yang fantastis.

 

Kondisi tersebut justru memotivasi FOX untuk kembali memproduksi seri utama terbaru dengan judul X-Men: The Dark Phoenix. Tampaknya film ini juga akan berbeda dari seri-seri film X-Men yang telah akrab dengan kita. Ini karena Hutch Parker sebagai tim kreatif produksi telah menjanjikan akan menyuguhkan sesuatu yang lebih menarik baik dari segi gaya sinematik maupun tone. Selain itu akan ada kejutan yaitu ada kemungkinan X-Men: The  Dark Phoenix akan membawa pertempuran di kalangan para mutan hingga keluar angkasa. Menurut komiknya, di luar angkasa inilah kekuatan Jean Gray bertambah apalagi film Guardian of the Galaxy sukses meraih banyak pujian dari penggemar.

 

Jadi, jangan lewatkan penayangannya pada bulan November di tahun depan.

Wow! Pengguna Internet Rata-Rata Miliki 7 Akun Media Sosial

Mungkin, tahun 2017 ini bisa dikatakan tahunnya media sosial. Bagaimana tidak, di tahun ini pengguna media sosial di seluruh dunia bahkan mencapai angka yang fantastis. Bukan hanya dari sisi jumlahnya saja melainkan juga dari sisi durasi waktu yang mereka habiskan. Bahkan, tercatat di Indonesia sendiri jika sekitar 80% pengguna internet merupakan pengguna media sosial. Ternyata, studi terbaru juga menunjukkan hal yang sama di seluruh dunia. Artinya, bukan hanya di Indonesia saja.

Daftar Jumlah Akun Medsos Pengguna

Paling tidak atau minimal sekali, saat ini pengguna internet di dunia menghabiskan waktu selama 2 jam untuk media sosial dari minimal 7 platform media sosial yang berbeda. Sehingga dikatakan bahwa pengguna internet sebelumnya tidak pernah begitu kecanduan terhadap media sosial. Hal ini disampaikan secara detail dari data dan laporan “GWI Social” dari para analis di GlobalWebIndex.

Studi tersebut menyimpulkan bahwa, di semua kelompok usia, 98 persen pengguna web atau internet yang disurvei menggunakan setidaknya satu jaringan sosial. Rata-rata mereka memiliki 7,6 akun aktif dan yang tidak mengejutkan, kalangan muda (usia 16 sampai 34 tahun) cenderung memiliki lebih banyak akun (rata-rata 8,7) daripada mereka yang berusia di atas 55 tahun (4.6), walaupun pengguna yang lebih tua juga masih sangat aktif di media sosial.

Secara global, jumlah akun media sosial terbanyak per pengguna dapat ditemukan di Amerika Latin (8,8) dan di Asia (8.1). Menurut laporan tersebut, setiap pengguna web menghabiskan rata-rata dua jam dan 15 menit per hari di jejaring sosial dan platform pesan online seperti WhatsApp BBM atau Line. Jadi, di Indonesia juga termasuk angka yang tinggi dimana para pengguna internet memiliki cukup banyak akun Poker88 di berbagai platform media sosial dari mulai Facebook, Instagram, YouTube, Google+ sampai LinkedIn dan masih banyak yang lainnya.

Untuk Mencari Informasi, Berita hingga Pertemanan

Pengguna internet sekarang menggunakan jejaring sosial untuk berbagai tujuan seperti mengikuti berita paling uptodate, informasi wisata, kuliner dan lainnya sambil tetap terhubung dengan teman mereka. Plus, menonton video di media sosial tetap menjadi tren yang terus berkembang saat ini. Bahkan, 56 persen pengguna Facebook yang disurvei mengatakan bahwa mereka menonton setidaknya satu video online pada bulan lalu, seperti yang dilakukan sekitar empat dari 10 pengguna Instagram atau Snapchat.

Sedangkan untuk pembelian online melalui jejaring sosial, walaupun banyak yang menggunakan platform media sosial untuk meneliti produk, tetap pengguna web kurang minat untuk berbelanja online menggunakan media sosial karena hanya 13 persen dari pengguna usia 16 sampai 24 tahun yang mengatakan bahwa tombol “Beli” di akun media sosial toko online yang mendorong mereka untuk melakukan pembelian di media sosial, angka yang turun seiring bertambahnya usia.

Jumlah pengguna media sosial memang terus berkembang. Bahkan angkanya kini mencapai 90 persen. Pengguna media sosial dengan jumlah tertinggi dilaporkan di Timur Tengah dan Afrika (sekitar 97 persen) dan terendah di Eropa (87 persen). Sedangkan dari sisi usia, pengguna media sosial dengan usia yang muda memiliki jumlah yang paling tinggi tinggi (95 persen), sedangkan mereka yang sudah berkeluarga atau lebih dari 55 tahun juga masih cukup tinggi, sekitar 78 persen.

Laporan ini didasarkan pada wawasan dari gelombang riset QW 2016 GlobalWebIndex di 40 negara, polling 89.029 pengguna web, berusia 16 sampai 64 tahun, dengan survei yang dilakukan secara online. Tentu, angka atau hasil dari penelitian ini tidak mengejutkan mengingat popularitas media sosial terus berkembang dan jumlah pengguna smartphone juga terus bertambah.

Tak Bertarung, Conor McGregor Diusir Wasit Event Bellator 187

Selama ini sosok Conor McGregor memang dikenal sebagai pemegang gelar UFC Lightweight Championship. Sebagai petarung kelas atas, sepertinya Conor bisa bersikap cukup semena-mena. Dan hal itu terlihat saat petarung asal Irlandia ini bikin heboh salah satu ajang Martial Mixed Arts (MMA), Bellator 187 hari Jumat (10/11) kemarin.

 

Padahal sebetulnya kehadiran Conor dalam Bellator bukanlah untuk bertarung. Pria berusia 29 tahun itu sengaja datang untuk mendukung salah satu temannya, Charlie Ward di ajang yang berlangsung di 3Arena, Dublin, Irlandia itu. Ward dilaporkan berhasil mengalahkan John Redmond melalui pukulan KO pada ronde pertama, seperti dilansir Bolasport.

 

Setelah Ward merobohkan Redmond, Conor pun langsung menghampirinya dan masuk ke octagon usai menerobos pihak pengamanan. Lantaran tidak masuk dalam dafar staf Ward, Conor pun diperintahkan untuk meninggalkan octagon judi bola oleh wasit yang bertugas, Marc Goddard. Mendapat perilaku seperti itu, Conor pun tak bisa menahan kesal hingga mendorong tubuh Goddard.

 

Insiden Conor dan Goddard ini seolah mengulang kembali apa yang pernah terjadi di sebuah event UFC di Gdansk, Polandia. Saat itu Conor diberi perintah oleh Goddard untuk duduk waktu bertanding melawan Artem Lobov. Beruntung ketegangan Conor dan Goddard di 3Arena akhirnya berhasil diredam karena Conor akhirnya keluar dari arena pertarungan. Hanya saja ulah Conor tak berhenti di situ karena dia mencoba sekali lagi memanjat masuk ke octagon yang membuat staf Bellator, Mike Johnson mendorong tubuhnya. Membela diri, Conor bahkan dengan berani melayangkan tangan kirinya ke arah wajah Johnson

 

McGregor Yang Bakal Segera Pensiun?

Lepas dari ulahnya di 3Arena beberapa hari lalu, Conor memang tak bisa dipungkiri sebagai salah satu petarung UFC paling bersinar. Bahkan usai menjalani pertarungan tinju dengan Floyd Mayweather Jr bulan Agustus lalu, nama Conor masih terus melambung. Dengan aksinya yang masih belum ada rencana ke depannya, Conor justru berbicara mengenai rencana pensiun.

 

“Saya masih akan berkompetisi paling tidak untuk dua tahun lagi, sebelum pensiun. Saya tidak pernah menjadikan tanggal, waktu dan umur sebagai patokan untuk pensiun. Saya menggunakan kondisi tubuh saya sebagai patokan. Sudah berapa pukulan yang saya terima, itulah yang jadi patokan,” papar Conor.

 

Masih nyaman memegang sabuk UFC Lightweight Championship, ada yang menyebutkan kalau aksi kembalinya Conor nanti adalah lewat pertarungannya dengan Tony Ferguson.

 

Kaya Raya, McGregor Belum Mau Balik ke UFC

Sekedar informasi, Conor sempat mencuri perhatian dunia kala melakukan Money Fight melawan Mayweather Jr akhir Agustus kemarin. Kendati kalah dalam pertarungan ini, popularitas dan kekayaan Conor memang langsung melambung pesat. Tercatat dari pertandingan itu, Conor mendapatkan sekitar 1,3 triliun rupiah. Dan setelah itu dirinya masih belum memiliki jadwal pasti untuk bertanding lagi di UFC.

 

Mengisi waktu rehat, Conor rupanya menghabiskan hari-hari bersama keluarga kecilnya. Apalagi meskipun tanpa bertanding, Conor disebut-sebut memiliki bayaran 8,8 miliar rupiah perbulan. Hanya saja informasi menyebutkan kalau Presiden UFC yakni Dana White berencana membawa Conor kembali ke ajang MMA sebelum tahun 2017 berakhir.

 

“Mereka mencoba membawa saya kembali ke UFC sebelum tahun ini berakhir. Tapi saya tidak mau terburu-buru comeback karena saya masih memiliki banyak uang di sana. Jadi saya baik-baik saja,” tutup pria yang berambisi jadi atlet terkaya di dunia, menggeser Mayweather Jr dan Cristiano Ronaldo.

 

Moskow Enggan Rayakan Ulang Tahun Revolusi Komunis 1917

Pihak berwenang Rusia enggan merayakan peringatan 100 tahun Revolusi Bolshevik yang terjadi pada tahun 1917 pada hari Selasa kemarin (7/11) yang menandai sebuah pemberontakan yang membuat ide komunis memimpin Uni Soviet selama lebih dari 70 tahun. Presiden Vladimir Putin, yang telah membuat “stabilitas” kata kunci 17 tahun kekuasaannya, telah memperlakukan hari peringatan itu (7 November) seperti hari lainnya, kata juru bicaranya Dmitry Peskov sebelumnya.

Seruan Komunis Berdengung Kembali

Media Rusia memiliki reaksi ambigu terhadap perayaan seratus tahun tersebut, dengan tabloid pro-Kremlin Komsomolskaya Pravda bertanya di halaman depannya: “Perayaan besar atau tragedi besar?”.Memang, ini tidak lepas dari kekuatan dua kubu di Rusia atau Moskow secara khusus. Moskow akan tetap melihat sebuah demonstrasi yang diselenggarakan oleh Partai Komunis yang masih merupakan partai oposisi terbesar di parlemen untuk memuliakan ulang tahun tersebut.

Partai tersebut mengatakan bahwa slogannya akan mencakup “Lenin-Stalin-Victory!” dan “Biarkan gagasan Lenin hidup!” Namun pihak berwenang hanya mengizinkan 5.000 peserta reli atau demonstran yang dilakukan pada sore hari di samping patung Karl Marx yang dekat dengan Kremlin. Begitu yang dilaporkan kantor berita negara, TASS.

Kelompok radikal Leftwing The Other Russia, yang dipimpin oleh penulis Eduard Limonov, juga dijadwalkan mengadakan sebuah acara di ibukota. Sepanjang era Soviet, hari peringatan revolusi ditandai dengan hari libur nasional yang mencakup pomp dan parade militer di Lapangan Merah Moskow.Namun, di bawah Putin, 7 November menjadi hari kerja reguler sejak tahun 2005 lalu.

Tahun ini ada lagi sebuah parade di alun-alun, namun acara tersebut menandai ulang tahun ke-76 sebuah parade selama Perang Dunia II, bukan seratus tahun revolusi. Era seratus tahun adalah peristiwa penting terakhir sebelum pemilihan presiden judi poker pada bulan Maret bahwa Putin secara kuat diprediksi akan mengikuti pemilihan presiden tersebut dan akan menang mutlak.

Tidak AdaPerayaan

Putin telah melewatkan acara peringatan penting termasuk pertunjukan cahaya 3D akhir pekan ini di fasad Istana Musim Dingin di kota asalnya Saint Petersburg. Istana tersebut sejatinya memperingatkan pemberontakan bersenjata dimulai pada tanggal 25 Oktober 1917 – yang merupakan 7 November menurut kalender Gregorian zaman modern – setelah sebuah tembakan dilesatkan ke Istana Musim Dingin oleh kapal penjelajah Aurora.

Sedangkan salah satu dari sedikit peristiwa yang terkait dengan tahun 1990 yang dihadiri Putin adalah pembukaan sebuah gereja baru di Moskow, yang dia sebut “sangat simbolis” setelah revolusi yang menyebabkan penghancuran bangunan keagamaan dan penganiayaan terhadap orang-orang ahli ibadah.Putin mengatakan bulan ini bahwa revolusi itu “merupakan bagian integral dan kompleks dari sejarah kita”, menekankan perlunya “memperlakukan masa lalu secara obyektif dan penuh hormat”.

Di sisi lain, Kremlin telah menugaskan sebuah komite politisi, sejarawan dan tokoh agama dengan mengorganisir perayaan tahun ini. Penyelenggara Konstantin Mogilevsky menekankan pada sebuah presentasi bulan lalu bahwa kejadian tersebut “bukan perayaan” 1917 namun dimaksudkan untuk menjadi “obrolan yang tenang tentang revolusi, yang bertujuan untuk memahaminya”. Kepemimpinan Rusia sangat ingin menghindari terulangnya “revolusi warna” di negara-negara bekas Soviet lainnya, katanya.

Drama periode baru di televisi telah menjadi beberapa forum utama untuk menilik kembali sejarah. Salah satunya adalah dengan penggambaran seorang pemimpin revolusioner Leon Trotsky sebagai pahlawan “rock ‘n’ roll”, menurut para pembuatnya, sementara yang lain mengkaji peran Jerman dalam mengobarkan Revolusi Bolshevik. Artinya, ini bukan perayaan melainkan untuk memahami kembali peristiwa tersebut.

Paduan Suara Anak Indonesia Raih Juara Umum Di Spanyol

Paduan Suara Anak-anak Resonanz dari Indonesia memenangkan beberapa penghargaan di Lomba Chorus Tolosa di Tolosa, Spanyol, pada 2-5 November 2017.Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Minggu, manajer proyek paduan suara tersebut mengatakan bahwa mereka tampil di atas sebagai pemenang dari seluruh kompetisi.Kelompok ini juga menang dalam kategori paduan suara anak-anak dan Penghargaan Pemirsa Umum.

Kemenangan Kedua Tahun Ini

Dani lebih lanjut mengatakan bahwa kemenangan tersebut adalah kemenangan kedua tahun ini untuk paduan suara beranggota 40 orang, yang juga meraih posisi pertama di Musica Eterna Roma di Roma, Italia, pada bulan Juli lalu. Kelompok yang terdiri dari anak-anak berusia antara 10 dan 17 tahun, menampilkan lima lagu dalam kompetisi Spanyol, menggunakan komposisi lokal dan Eropa.

Dipimpin oleh konduktor Avip Priatna, kelompok tersebut menyanyikan “Ihauteri Habanerak” oleh David Azurza, “Ikusten duzu” oleh Basque Josu Elberdin dan sebuah lagu oleh komponis Hungaria Zoltán Kodály. Mereka juga melakukan “137 Hip Street” oleh Fero Aldiansya Stefanus dan lagu Papua “Yamko Rambe Yamko” dengan pengaturan oleh Bambang Jusana.

Resonanz bukan satu-satunya grup Indonesia yang berkompetisi di Tolosa, karena Saint Angela dari Bandung juga hadir, memenangkan tempat kedua dalam kategori koor anak-anak. Kelompok paduan suara dari beberapa negara juga turut berpartisipasi dalam kompetisi internasional tersebut, termasuk yang berasal dari Argentina, Republik Ceko, Inggris, Estonia, Lituania dan Amerika Serikat.

Menariknya, kemenangan Resonanz secara keseluruhan tersebut di Tolosa bertepatan dengan ulang tahun ke-10 kelompok tersebut.Ini seperti kado terbaik di hari ulang tahun mereka. Kemenangan tersebut juga memenuhi syarat untuk bersaing di Grand Prix Eropa yang akan datang dalam Choral Singing pada 21 April tahun depan di Maribor, Slovenia.

Kemenangan Yang Dipertahankan

Paduan suara anak-anak di Resonanz Indonesia, tahun lalu (2016) juga keluar sebagai pemenang secara keseluruhan atau Winner of the Grand Prix, di Claudio Monteverdi Choral Festival and Competition yang diadakan di Venesia, Italia.Resonanz mengalahkan paduan suara anak-anak lainnya dari negara-negara seperti Romania dan Slovakia dalam acara yang berlangsung dari 7 Juli hingga 10 Juli.

Dipimpin oleh konduktor Devi Fransisca, 42 anak-anak The Resonanz memenangkan kompetisi tersebut setelah melakukan lagu tradisional Papua Yamko Rambe Yamko, yang disusun ulang oleh Agustinus Bambang Jusana, dengan koreografi yang dinamis dan meriah di babak final berhasil menarik perhatian para dewan juri dan penonton. Pada kesempatan yang sama, mereka juga menyanyikan Táncnóta, sebuah lagu oleh komponis Hungaria Zoltán Kodály.

“Resonanz membuat kagum para juri dan penonton di auditorium Santa Margherita.Itu bisa dilihat dari tepuk tangan meriah yang mereka berikan kepada paduan suara, “kata manajer proyek Resonanz, Dani Dumadi dalam siaran persnya tahun lalu. Saat itu, selain tampil sebagai pemenang keseluruhan, paduan suara tersebut juga dinobatkan sebagai juara pertama kategori Anak-anak dan Remaja dalam kompetisi dengan 94,5 poin.

Ya, banyak sekali penghargaan yang telah diraih oleh paduan suara yang berbasis di Jakarta tersebut yang berada di bawah naungan The Resonanz Music Studio yang dipimpin oleh Avip Priatna, salah satu konduktor yang terkenal di Indonesia. Sebelumnya, di tahun 2015, mereka juga telah meraih beberapa penghargaan seperti memenangkan Festival Choral Internasional Golden Gate 2015 di San Fransisco, California, serta kompetisi internasional di Hungaria dan Hong Kong.